Bersungguh-Sungguh Dalam Menuntut Ilmu Jika sesuatu dilakukan dengan kesungguhan, maka Allah subhanhu wa ta’ala akan memberikan keberhasilan di dalamnya. Tiga sikap ini harus ada dalam diri pelajar (orang yang belajar) dan berjalan beriringan, tidak dapat hanya salah satu saja. Mencakup usaha kerasnya dalam menaati Allah, dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Termasuk juga usahanya dalam mengajak orang lain untuk menaati Allah. Suatu usaha dikatakan sebagai jihad jika memenuhi syarat, yaitu dilakukan di jalan Allah secara bersungguh-sungguh, termasuk mencari ilmu dan mencari nafkah. Dan di antara ulama pada abad ini yang menjaga waktunya, bersungguh-sungguh dalam berjihad menegakkan Sunnah, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, menghabiskan waktunya dalam menuntut ilmu adalah Syaikh al-Muhadditsiin Imamul ‘Ulama asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (wafat th. 1420 H) rahimahullaah. Banyak penuntut ilmu yang mengaku dirinya sebagai penuntut ilmu, tapi tidak mengetahui tata caranya. Sudahkah mereka bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu?, atau mereka hanya menuntut ilmu semena-mena saja?. Banyak tata cara untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu tidak dapat didapat dengan santai atau bermalas-malasan. 3. Bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa dahagakan ilmu. Dalam menuntut ilmu diperlukan kesungguhan. Tidak layak para penuntut ilmu bersikap malas dalam menuntutnya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah apabila kita bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda: Sehingga ilmu yang diperolehnya benar-benar sebagai bahan modal pada kehidupan hari-hari yang akan datang. Ilmu pengetahuan yang sudah diterima anak-anak mulai dini dengan cara yang serius, maka akan membekas dan teringat terus sampai akhir hayatnya. Begitu pentingnya menuntut ilmu mulai dini, berarti dia benar-benar bisa meraih kesempatan emas. 3. Bersungguh-sungguh. Ketika menuntut ilmu hendaknya kita bersungguh-sungguh dan selalu semangat untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Seolah-olah selalu haus dengan ilmu yang didapatkan, hendaknya kita selalu berkeinginan untuk menambah ilmu kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “ Dua orang yang rakus yang tidak Bukhari-Muslim). Manfaat menuntut ilmu antara lain : 1. Sebagai petunjuk keimanan 2. Sebagai petunjuk beramal 3. Sebagai alat untuk mendektkan diri kita kepada Allah Adab Menuntut Ilmu 1. Niat 2. Bersungguh-sungguh 3. Terus-menerus 4. Sabar dalam menuntut Ilmu 5. Menghormati dan memuliakan orang yang menyampaikan ilmu kepada kita 6. lb1AQ.